Jumat, 01 April 2016

BUDAYAKU DI KLAIM NEGARA TETANGGA


BUDAYAKU DI KLAIM NEGARA TETANGGA


           Artikel ini tentang adanya pelanggaran Hak Cipta yang dilakukan oleh negara Malaysia. Setelah gagal mengklaim lagu Rasa Sayange, Malaysia mencoba mengklaim kesenian yang lain yaitu kesenian rakyat Jawa Timur: Reog Ponorogo yang diklaim Malaysia sebagai kesenian mereka. Kesenian Wayang Kulit yang mereka klaim tidak mengubah nama “Reog”, mungkin karena diikuti nama daerah Ponorogo maka namanya diubah menjadi “Tarian Barongan”. Padahal wujud Reog itu bukan naga seperti Barongsai tapi wujud harimau dan burung merak yang sama seperti Reog Ponorogo. Malaysia kesulitan mencari nama baru sehingga memilih yang mudah saja, yaitu Tarian Barongan. Bukan itu saja, kisah dibalik tarian itupun diubah. Hal ini sama seperti ketika Malaysia mengubah lirik lagu Rasa Sayange. Kalau saja mereka menyertakan informasi dari mana asal tarian tersebut maka tidak akan ada yang protes. Padahal apa susahnya mencantumkan nama asli dan bangsa pemiliknya. Seperti yang mereka lakukan pada kesenian Kuda Kepang yang kalau di Indonesia lebih dikenal dengan nama Kuda Lumping. Malaysia mencantumkan nama asal kesenian Kuda Kepang dari Jawa. Kenapa tidak dilakukan pada kesenian yang lain seperti Reog Ponorogo, Wayang Kulit, Batik, Angklung, Rendang dll.
Sebenarnya ada puluhan budaya yg telah diklaim oleh negara sebelah. Dan berikut ini daftarnya :
 

1.      Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
2.       Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
3.      Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
4.      Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
5.      Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
6.      Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
7.      Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
8.      Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
9.      Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
10.  Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
11.  Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
12.  Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
13.  Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
14.  Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
15.  Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
16.  Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
17.  Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
18.  Kain Ulos oleh Malaysia
19.  Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
20.  Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
21.  Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia
 
Malaysia telah melanggar Hak Cipta yaitu menggunakan budaya asli Indonesia dengan mengganti nama, cerita, namun kebudayaan tersebut sesungguhnya berasal dari Indonesia. Pelanggaran Hak Cipta yang telah dilakukan oleh Negara Malaysia dapat dikenakan tindak pidana ataupun perdata. Sebenarnya, hal ini dapat dicegah jika Malaysia mencantumkan nama asli dan bangsa pemilik dari kebudayaan yang dipertunjukkan.
 

Analisis :
Kalau kita selalu mengikuti berita tentang ulah Malaysia yang terlalu sering membuat masalah dengan pihak Indonesia dengan berbagai masalah yang menimbulkan reaksi keras rakyat Indonesia, maka kesan yang nampak adalah bahwa perbuatan tersebut sepertinya disengaja, terencana, sistematis dan pada masa yang akan datang hal tersebut sepertinya akan terus dilakukan.
Anehnya yang menjadi sasaran khusus dari ulah Malaysia tersebut adalah Indonesia. Tentunya sudah sejak lama pihak Malaysia mengamati adanya berbagai kelemahan pihak Indonesia yang terkait dengan wilayah perbatasan, ekonomi, buruknya kualitas SDM TKI, dan krisis cinta tanah air masyarakat Indonesia membuat Malaysia bertindak semaunya.
Selain itu, sebagaimana penjelasan dari Pasal 12 Undang-undang Hak Cipta Indonesia tahun 2002 yang menetapkan bahwa ciptaan yang termasuk dilindungi oleh hukum Hak Cipta di Indonesia. Menurut kami perlu adanya tindakan yang tegas berupa sanksi dari pemerintah Indonesia terhadap Malaysia. Hal ini dimaksudkan adanya efek jera Malaysia untuk tidak lagi mengklaim ciptaan Indonesia.
Entah pihak mana yang bersalah, namun ketika suatu kebudayaan ataupun kekayaan yang dimiliki oleh pihak Indonesia yang telah diakui oleh negara tetangga, disaat itulah pamor suatu kebudayaan itu secepat kilat naik bak bintang dilangit. Perlunya tingkat kesadaran akan kebudayaan dan kekayaan yang dimiliki oleh negara Indonesia juga seharusnya perlu kita miliki sebagai warga negara yang baik.
Oleh karena itu, kita sebagai warga Negara Indonesia, khususnya pemuda. Cintailah produk dalam negeri, baik itu kebudayaan, bahasa, seni dll. Karena atas dasar kecintaan itulah maka kita bisa ikut melestarikan budaya Indonesia. Dan ketegasan pemerintah untuk mempertahankan akan apa yang kita miliki sudah seharusnya semakin diperlihatkan, agar masyarakat Indonesia semakin bersemangat dalam memperjuangkan apa yang telah menjadi hak kita sebenarnya.
 Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan.
Referensi:

Tema : HAKI ( Hak Atas Kekayaan Intelektual)
Judul : Budayaku Di Klaim Negara Tetangga

Nama Kelompok :
1.      AYU OKTA SETIASIH (21214878)
2.      FITRI APRIYANTI (24214311)
3.      M. IMAN FADILAH (27214339)

Kelas : 2EB09


 

Kamis, 12 November 2015

PRIMER KOPERASI (PRIMKOP)


                                                                   Lampiran “E” Laporan Pertanggung Jawaban
DENMA MABES TNI                              Pengurus Primkop Denma Mabes TNI
PRIMER KOPERASI                                Pada RAT ke XXVI Tahun Buku 2014








 



LAPORAN SISA HASIL USAHA
PER 31 DESEMBER 2014
PENERIMAAN
1.     Penjualan                                                                      Rp  1.261.863.550,00
Harga Pokok
-         Persediaan Awal                         Rp    126.415.630,00
-         Pembelian Jan s.d Des 2014       Rp 1.235.347.376,00
-         Jumlah Persediaan                      Rp 1.361.763.006,00
-         Persediaan Akhir                         Rp    170.843.309,00
Harga Pokok Penjualan                                             Rp  1.190.919.697,00

Laba Kotor                                                                Rp        70.943.853,00

2.     Pendapatan Lain-lain
-         Jasa Plat Nomor                          Rp      56.700.000,00
-         Jasa Giro                                      Rp        6.021.500,68
-         Jasa Pinjaman                              Rp    534.959.700,00
-         Jasa Usaha Toko                          Rp      71.820.500,00
-         Jasa Kursi                                     Rp        5.727.500,00
-         Jasa lain-lain                                 Rp      65.927.240,00
-         SHU Th.2013                                Rp    508.708.000,00
-         Pendapatan diluar usaha               Rp    579.292.462,00
                                                             
                                                                            Rp  1.829.156.902,68
          Jumlah Pendapatan                                               Rp  1.900.100.755,00

BIAYA-BIAYA
-         Biaya Lembur                              Rp       5.876.000,00
-         Biaya Transport                          Rp     12.023.736,00
-         Biaya Pemeliharaan                    Rp       4.346.950,00
-         Biaya Intensif Pengurus              Rp     68.600.000,00
-         Biaya Jamuan                              Rp       7.322.301,00
-         Biaya Materai                              Rp          375.000,00
-         Biaya Foto copy/ATK                  Rp       8.203.850,00
-         Biaya RAT Tahun 2013                Rp     60.091.100,00
-         Biaya Cetak                                 Rp       6.565.000,00
-         Biaya Kantor                                Rp     10.503.500,00
-         Biaya Intensif Juyar                     Rp     17.300.000,00
Jumlah                                                    Rp    201.207.437,00
Jumlah Pindahan                                    Rp   201.207.437,00
-         Biaya Bank                                   Rp        1.073.297.32
-         Biaya Intensif Auditor                  Rp      24.000.000,00
-         Biaya Pendidikan                          Rp      46,350.000,00
-         Dana Sosial Kematian                   Rp        7.500.000,00
-         Dana Pembangunan Daerah          Rp      10.700.000,00
-         Penyusutan Inventaris                   Rp      47.895.280,00
-         Biaya Akuntan                               Rp      12.000.000,00
-         Biaya Bingkisan/THR                   Rp    339.850.000,00
-         Dana Pengurus                              Rp      52.154.000,00
-         Dana Pegawai                              Rp      52.154.000,00
                                                   Rp 794.884.014,32



Sisa Hasil Usaha                        Rp 1.105.216.741,36
PEMBAGIAN SHU
Sisa Hasil Usaha Tahun 2014                                 Rp 1.105.216.741,36
Pembagian SHU menurut AD/ART sebagai berikut :
1.     Cadangan                      30%   x  1.105.216.741,36 =    Rp    331.565.000,00
2.     Menurut Jasa                20%   x  1.105.216.741,36 =    Rp    221.043.350,00
3.     Menurut Simpanan      20%   x  1.105.216.741,36 =    Rp    221.043.350,00
4.     Dana Pengurus             7,5%  x  1.105.216.741,36 =    Rp      82.891.250,00
5.     Dana Pegawai               7,5%  x  1.105.216.741,36 =    Rp      82.891.250,00
6.     DPDK                           2,5%  x  1.105.216.741,36 =    Rp      27.630.419,00
7.     Dana Pendidikan          7,5%  x  1.105.216.741,36 =    Rp      82.891.250,00
8.     Dana Sosial                  5%     x  1.105.216.741,--  =    Rp      55.260.850,00

Jakarta, 31 Desember 2014
A.n. Pengurus Primkop Denma Mabes TNI

                Sekertaris                 Ketua                            Bendahara

Eliani Purba, SE    Deti Hendrayati, SE            Rokhamin

Sumber : Laporan Pertanggung Jawaban Pengurus PRIMKOP, Denma Mabes TNI Primer      Koperasi. Jakarta, 2014


Nama Kelompok :
Bima Baharudin    (22214170)
Dyaning Sukmorani (2D214188)
Emma Ratna Puri   (23214560)
Eni Susilo Wati   (23214580)
Fitri Apriyanti   (24214311)

Kelas : 2EB09

Proses Mendapatkan Koperasi


PROSES MENDAPATKAN KOPERASI

Kami dari kelompok 2 ingin berbagi sedikit cerita kami tentang proses kami mendapatkan koperasi.pertama setelah dibagikan kelompok tersebut kami berlima langsung rembukkan koperasi mana yang akan kita datangi untuk dimintai informasi,bagaimana cara mendapatkan informasi dari koperasi tersebut dll.jadi kita putuskan untuk kita berlima saling mencari koperasi,sebisa mungkin kita berlima minta tolong pada siapapun entah itu orang tua,saudara,teman yang berkerja di koperasi.
Sampai satu minggu berlalu kami belum juga mendapatkan koperasi,dan aku baru teringat pada Ayahku kalau di kantornya terdapat koperasi dan pasti ayahku mempunyai kenalan yang berkerja di koperasi tersebut.akhirnya aku coba berbicara pada Ayahku dan Ayahku mau membantu dan dia akan menanyakan pada temannya di koperasi tersebut.
Keesokkan harinya aku segera memberitahu kepada teman-teman kelompokku kalau aku sudah minta bantuan pada Ayahku untuk mendapatkan informasi dari koperasi dan ternyata dua orang temankku Dyanning dan Eny juga ada yang sudah mendapatkan bantuan dari teman dan saudaranya dan kami berlima tinggal menunggu konfirmasi selanjutnya.
Setalah hampir seminggu kami menunggu konfirmasi dan akhirnya koperasi yang di rekomendasikan oleh Eny  telah di setujui,koperasi yang Dyanning cari juga telah  setuju untuk dimintai informasi,tetapi sebelum kami berangkat ke koperasi yang di rekomendasikan,ternyata Ayahku juga mendapatkan konfirmasi dari koperasi yang ada dikantornya.
Kami merasa senang karena kami telah mendapat 3 referensi koperasi yang bisa kami mintai informasi.setelah banyak pertimbangan akhirnya kami putuskan untuk mengunjungi koperasi yang ada dikantor Ayahku.lalu hari selasa tanggal 3 November 2015 kami berangkat ke koperasi yang ada dikantor Ayahku yang berada di Cilangkap Jakarta Timur sebelumnya kami berkumpul di Mcd Kelapa Dua,lalu setelah semuanya kumpul kami sama-sama berangkat ke Primkop (Primer Koperasi).Ayahku yang juga sudah menunggu di kantornya membantu kami bertemu dengan rekan-rekannya yang mengurus koperasi tersebut.setelah banyak berbincang dengan teman Ayahku akhirnya pengurus koperasi tersebut mau memberikan beberapa data seperti struktur organisasi,SHU,Data Piutang dll.setelah dirasa data yang kami inginkan sudah cukup lalu kami pulang ke rumahku untuk berbagi tugas .setelah semuanya telah dibagikan lalu teman-temanku pulang kerumahnya masing-masing.terimakasih

Nama Kelompok :
Bima Baharudin (22214170)
Dyaning Sukmorani ( 2D214188)
Emma Ratna Puri (23214560)
Eni Susilo Wati (23214580)
Fitri Apriyanti ( 24214311)

Kelas : 2EB09